Archive for the ‘SENI BUDAYA’ Category

PERGELARAN KELAS

Posted: Juli 5, 2010 in SENI BUDAYA

OLEH PENGET MUNAWAR,SPd

MEMBUAT PERGELARAN KELAS

Pergelaran adalah kegiatan yang mempertunjukkan karya seni kepada orang lain (masyarakat umum ) agar mendapat tanggapan dan penilaian. Tujuan pergelaran adalah mengkomunikasikan antara seniman dengan penikmat seni ( apresiator ). Kesuksesan suatu pergelaran tidak hanya karena komposisi musik yang sempurna tetapi juga didukung aspek yang lain. Aspek – aspek yang menunjang kesuksesan pergelaran antara lain pengelolaan, system kerja, perlengkapan lainnya. Perlengkapan penunjang kesuksesan pergelaran meliputi panggung pementasan ( stage ), tata suara, tata lampu, standar musik, dan perlengkapan yang lainnya. Perlengkapan yang mudah pembuatannya sebaiknya dibuat sendiri sehingga menghemat biaya produk pergelaran.
Pergelaran dapat berhasil secara optimal, apabila dipersiapkan secara matang. Masalah yang berhubungan dengan persiapan dan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh panitia. Panitia adalah suatu wadah untuk mengelola dan melaksanakan suatu kegiatan. Kepanitiaan adalah suatu unsur pelaksanaan suatu kegiatan yang bersifat sementara, artinya kepanitiaan akan dibubarkan sesudah kegiatan pergelaran selesai.
Tujuan kepanitiaan adalah agar suatu kegiatan dapat diorganisasikan dan dikoordinasikan secara baik sehingga dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
Secara umum kepanitiaan dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Steering comitte ( panitia pengarah ) bertugas memberikan pengarahan nasehat, dan petunjuk, baik diminta maupun tidak kepada panitia dalam melakukan tugas.
2. Organizing committee ( panitia pelaksana ) berfungsi melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan yang harus dimiliki oleh masing – masing personalia dalam kepanitiaan adalah sebagai berikut :
1. Mampu bekerja sama
2. Memiliki dedikasi ( loyalitas) yang tinggi
3. Menguasai bidang tugasnya
4. Mempunyai daya inovasi yang tinggi
5. Sanggup memimpin dan dipimpin
Susunan panitia ( Steering Comitee )
1. Panitia Pengarah
A. Pelindung : Kepala Sekolah
B. Penasehat : a. Pembina OSIS ( ……………….. )
b. Guru Kesenian ( ……………….. )
2. Panitia Pelaksana ( Organizing Committee )
A. Ketua I :
Ketu II :
B. Sekretaris I :
Sekretaris II :
C. Bendahara I :
Bendahara II :
D. Seksi – seksi :
Syarat Ruang Pergelaran/Pertunjukkan
Ruang pergelaran yang baik adalah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Asri dan nyaman, tujuannya adalah agar pengunjung atau penonton dapat menikmati pementasan dengan tenang dan nyaman.
2. Aman dan tenang, maksudnya ruang pergelaran haruslah aman dari segala bentuk – bentuk bunyi yang membisingkan.
3. Bersih dan indah, kebersihan dan keindahan dalam ruang pergelaran akan menjadi daya tarik tersendiri, untuk itu jangan sampai ada sampah yang berserakan dalam ruang pergelaran.
Tata Hias Ruang pergelaran ( Dekorasi )
Ruang pergelaran akan lebih menarik apabila dibuat hias ( dekorasi ) baik panggung maupun hiasan ruangan ( interior ) secara keseluruhan yang bertujuan untuk :
1. Memperindah panggung atau ruang pergelaran.
2. Menguatkan maksud pergelaran ( musik, tari, vokal ).
3. Menarik perhatian pengunjung.
Dekorasi yang dibutuhkan adalah dekorasi
yang sesuai dengan tema pergelaran.
Berikut ini adalah jenis dekorasi yang
digunakan dalam ruang pentas seni musik.
Keterangan panggung :
1. Back ground kain yang ditempel di dalamnya
terdapat tulisan tema.
2. Tempat hiasan pohon.
3. Tempat alam musik band.
4. Tempat alat musik kulintang.
5. Tempat duduk musik ansambel ( dapat dipindah )
6. Tanaman hias.
Sarana dan Prasarana Pergelaran
Yang meliputi sarana dan prasarana pergelaran antara lain :
1. Tempat / ruang / panggung pementasan
2. Dana
3. Lighting / tata cahaya / tata lampu
4. Standar musik ( tempat meletakkan partitur )
5. Sound system / tata suara
6. Catalog
7. Buku kesan dan pesan

PERENCANAAN PERGELARAN

Perencanaan adalah suatu proses untuk menetapkan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Perencanaan merupakan suatu tahapan yang sangat penting di dalam menyelenggarakan suatu kegiatan seperti pergelaran musik yang diselenggarakan di lingkungan sekolah. Perencanaan merupakan langkah awal sebelum melakukan langkah – langkah berikutnya. Semua hal yang berkaitan dengan pergelaran dibahas dalam bentuk tertulis. Perencanaan yang dibuat secara tertulis disebut proposal. Pada tahap perencanaan mempunyai kegiatan antara lain menentukan tema, menentukan rencana kegiatan, menyusun program, dan menentukan tempat pergelaran.

1. Menentukan Tema Pergelaran
Tema adalah pokok pikiran atau suatu yang menjadi target yang akan dicapai. Tema sangatlah penting untuk menjadi patokan atau arah kegiatan pergelaran. Tema inilah yang menjadi misi atau target idealis yang akan dicapai. Dengan kata lain, bahwa tema adalah nafas suatu kegiatan. Penentuan tema biasanya dihubungkan dengan sutu jenis peristiwa monumental yang relevan dengan waktu pelaksaan kegiatan. Tema akan tampak lewat kegiatan yang dilakukan dalam pergelaran. Dalam pergelaran sendratari dan musik tema dapat dimunculkan dalam kisah yang dipertunjukkan.
Sebaiknya penyelenggaraan pergelaran dilaksanakan oleh siswa. Siswa diberikan kesempatan untuk berkreasi, sehingga siswa mempunyai pengalaman yang kelak akan bermanfaat untuk kehidupan. Guru sifatnya hanya memberikan bimbingan dan pengarahan tentang langkah kerja siswa.

2. Menentukan Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan adalah tindakan yang akan kita lakukan yang dinyatakan secara tertulis. Rencana kegiatan – kegiatan menjadi unsur yang penting dalam membuat perencanaan pergelaran, sebab rencana kegiatan menentukan kegiatan yang akan dibuat.
Adapun rencana kegiatan pergelaran dapat disusun sebagai berikut :
1) Pergelaran menampilkan seluruh karya siswa.
2) Bentuk pergelaran dapat secara in door ( di dalam ruangan ) maupun open air ( luar ruangan ).
3) Tempat pergelaran adalah lingkungan sekolah. Misalnya menggunakan aula, ruang kelas, halaman sekolah, ataupun teras kelas.
4) Karya yang dipergelarkan bebas dalam penggunaan media ekspresinya.
5) Dana operasionalnya dibebankan kepada seluruh siswa dengan dikoordinasikan oleh OSIS di bawah bimbingan dan pengawasan guru.
6) Pergelaran dilaksanakan diakhir tahun ajaran.
7) Kepanitiaan melibatkan beberapa kelas satu sampai kelas tiga yang terpilih secara musyawarah berdasarkan kemampuannya.

3. Menyusun Program Kegiatan
Program kegiatan merupakan rencana kegiatan yang lebih terperinci atau detail. Misalnya apakah diadakan pada hari yang sama, macam acara apa saja yang akan dipertunjukkan pada kegiatan, dan apa saja yang dilakukan pada saat pembukaan atau penutupan kegiatan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam penyusunan program kegiatan pergelaran :
1) Waktu yang tepat
Waktu yang tepat untuk menyusun program kerja suatu pergelaran adalah pada awal dimulainya kegiatan.
2) Bahan penyusunan program kerja pergelaran harus mencerminkan aspirasi dan kebutuhan para anggotan penyelenggara. Langkah- langkah yang harus ditempuh dalam penyusunan bahan program kerja sebagai berikut :
a. Kumpulkan keinginan dan kebutuhan yang diusulkan aleh anggota panitia penyelenggara.
b. Adakan rapat pengurus dan panitia penyelenggara untuk membicarakan bahan – bahan yang telah dikumpulkan.
c. Sekretaris bidang menyusun rencana program kerja untuk angka waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama.
d. Setiap sekretaris bidang menjelaskan rancangan program kerja yang telah disusunnya dalam forum rapat.
e. Memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk menanggapi program kerja tersebut, agar memperoleh kesamaan pendapat.
f. Apabila rancangan program kerja masing- masing sekretaris bidang sudah dapat disetujui, maka program kerja pergelaran tersebut sudah merupakan program yang menampung aspirasi dan kebutuhan anggota panitia penyelenggara.
3) Sifat program kerja haruslah fleksibel, dalam arti dapat diterima oleh semua pihak sehingga pelaksaannya memperoleh dukungan penuh dari anggota panitia dan Pembina.

4. Tempat Pergelaran
Tempat pergelaran merupakan komponen yang sangta penting dalam kegiatan pergelaran. Lokasi kegiatan, letaknya ( di dalam ruang atau di luar ruangan), dan kapasitas orang yang dapat ditampung menentukan banyak sedikitnya, besar kecil, dan macam kegiatan yang dapat dilakukan serta waktu pelaksanaannya.
Tempat yang dapat dipergunakan untuk pergelaran antara lain :
1) Ruang kelas
2) Teras kelas
3) Ruang keterampilan
4) Halaman sekolah
Syarat Tempat Pergelaran
1. Aman, maksudnya adalah terhindar dari sengatan matahari dan air hujan.
Aman untuk pengunjung berarti kondisi bangunan atau lingkunan tempat pergelaran tidak membahayakan.
2. Nyaman, maksudnya dapat memberikan keleluasaaan bagi pengunjung untuk mengapresiasikan karya seni.

MENYUSUN RENCANA KERJA

Posted: Juli 4, 2010 in SENI BUDAYA

OLEH PENGET.M.
Rencana kerja adalah kegiatan yang akan dilaksanakan. Sedangkan jadwal kerja adalah urut – urutan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan. Kegiatan – kegiatan yang direncanakan tersebut perlu ditulis dan dijadwalkan.
Rencana kerja dan jadwal pergelaran mencakup tahap – tahap yang harus dikerjakan, waktu, dan pelaksanaan pergelaran/pameran. Rencana kerja sebaiknya disusun secara terperinci mulai dari jadwal latihan peralatan/perlengkapan, publikasi, rapat panitia, gladi bersih menjelang pelaksanaan. Rencana kerja dan jadwal pergelaran dipersiapkan oleh setiap seksi dio bawah koordinasi ketua panitia.

OLEH PENGET.M.

Perencanaan adalah suatu proses untuk menetapkan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Perencanaan merupakan suatu tahapan yang sangat penting di dalam menyelenggarakan suatu kegiatan seperti pergelaran musik yang diselenggarakan di lingkungan sekolah. Perencanaan merupakan langkah awal sebelum melakukan langkah – langkah berikutnya. Semua hal yang berkaitan dengan pergelaran dibahas dalam bentuk tertulis. Perencanaan yang dibuat secara tertulis disebut proposal. Pada tahap perencanaan mempunyai kegiatan antara lain menentukan tema, menentukan rencana kegiatan, menyusun program, dan menentukan tempat pergelaran.

1. Menentukan Tema Pergelaran
Tema adalah pokok pikiran atau suatu yang menjadi target yang akan dicapai. Tema sangatlah penting untuk menjadi patokan atau arah kegiatan pergelaran. Tema inilah yang menjadi misi atau target idealis yang akan dicapai. Dengan kata lain, bahwa tema adalah nafas suatu kegiatan. Penentuan tema biasanya dihubungkan dengan sutu jenis peristiwa monumental yang relevan dengan waktu pelaksaan kegiatan. Tema akan tampak lewat kegiatan yang dilakukan dalam pergelaran. Dalam pergelaran sendratari dan musik tema dapat dimunculkan dalam kisah yang dipertunjukkan.
Sebaiknya penyelenggaraan pergelaran dilaksanakan oleh siswa. Siswa diberikan kesempatan untuk berkreasi, sehingga siswa mempunyai pengalaman yang kelak akan bermanfaat untuk kehidupan. Guru sifatnya hanya memberikan bimbingan dan pengarahan tentang langkah kerja siswa.

2. Menentukan Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan adalah tindakan yang akan kita lakukan yang dinyatakan secara tertulis. Rencana kegiatan – kegiatan menjadi unsur yang penting dalam membuat perencanaan pergelaran, sebab rencana kegiatan menentukan kegiatan yang akan dibuat.
Adapun rencana kegiatan pergelaran dapat disusun sebagai berikut :
1) Pergelaran menampilkan seluruh karya siswa.
2) Bentuk pergelaran dapat secara in door ( di dalam ruangan ) maupun open air ( luar ruangan ).
3) Tempat pergelaran adalah lingkungan sekolah. Misalnya menggunakan aula, ruang kelas, halaman sekolah, ataupun teras kelas.
4) Karya yang dipergelarkan bebas dalam penggunaan media ekspresinya.
5) Dana operasionalnya dibebankan kepada seluruh siswa dengan dikoordinasikan oleh OSIS di bawah bimbingan dan pengawasan guru.
6) Pergelaran dilaksanakan diakhir tahun ajaran.
7) Kepanitiaan melibatkan beberapa kelas satu sampai kelas tiga yang terpilih secara musyawarah berdasarkan kemampuannya.

3. Menyusun Program Kegiatan
Program kegiatan merupakan rencana kegiatan yang lebih terperinci atau detail. Misalnya apakah diadakan pada hari yang sama, macam acara apa saja yang akan dipertunjukkan pada kegiatan, dan apa saja yang dilakukan pada saat pembukaan atau penutupan kegiatan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam penyusunan program kegiatan pergelaran :
1) Waktu yang tepat
Waktu yang tepat untuk menyusun program kerja suatu pergelaran adalah pada awal dimulainya kegiatan.
2) Bahan penyusunan program kerja pergelaran harus mencerminkan aspirasi dan kebutuhan para anggotan penyelenggara. Langkah- langkah yang harus ditempuh dalam penyusunan bahan program kerja sebagai berikut :
a. Kumpulkan keinginan dan kebutuhan yang diusulkan aleh anggota panitia penyelenggara.
b. Adakan rapat pengurus dan panitia penyelenggara untuk membicarakan bahan – bahan yang telah dikumpulkan.
c. Sekretaris bidang menyusun rencana program kerja untuk angka waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama.
d. Setiap sekretaris bidang menjelaskan rancangan program kerja yang telah disusunnya dalam forum rapat.
e. Memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk menanggapi program kerja tersebut, agar memperoleh kesamaan pendapat.
f. Apabila rancangan program kerja masing- masing sekretaris bidang sudah dapat disetujui, maka program kerja pergelaran tersebut sudah merupakan program yang menampung aspirasi dan kebutuhan anggota panitia penyelenggara.
3) Sifat program kerja haruslah fleksibel, dalam arti dapat diterima oleh semua pihak sehingga pelaksaannya memperoleh dukungan penuh dari anggota panitia dan Pembina.

4. Tempat Pergelaran
Tempat pergelaran merupakan komponen yang sangta penting dalam kegiatan pergelaran. Lokasi kegiatan, letaknya ( di dalam ruang atau di luar ruangan), dan kapasitas orang yang dapat ditampung menentukan banyak sedikitnya, besar kecil, dan macam kegiatan yang dapat dilakukan serta waktu pelaksanaannya.
Tempat yang dapat dipergunakan untuk pergelaran antara lain :
1) Ruang kelas
2) Teras kelas
3) Ruang keterampilan
4) Halaman sekolah
Syarat Tempat Pergelaran
1. Aman, maksudnya adalah terhindar dari sengatan matahari dan air hujan.
Aman untuk pengunjung berarti kondisi bangunan atau lingkunan tempat pergelaran tidak membahayakan.
2. Nyaman, maksudnya dapat memberikan keleluasaaan bagi pengunjung untuk mengapresiasikan karya seni.

oleh Penget M.SPd.Mus

B. LANGKAH – LANGKAH MENGARANG LAGU

Mengarang lagu tidak hanya sekedar menyusun nada – nada menjadi melodi kemudian memberinya syair dibawahnya. Seseorang mengarang lagu membutuhkan pengetahuan yang luas serta bakat yang kuat. Agar tujuan mengarang dapat tercapai dengan baik, maka di bawah ini terdapat beberapa langkah awal di dalam mengarang lagu, yaitu :

1. Memilih Tema Lagu
Tema adalah pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar. Dalam musik tema dapat diambil dari kejadian sehari – hari, pengalaman hidup, cerita rakyat, kepahlawanan, cinta dan puji – pujian. Dari tema lagu kita dapat menyusun kalimat musik yang beraneka ragam, sehingga menimbulkan melodi yang bermacam – macam sifat, bentuk dan jenisnya.
Misalnya :
a. Tema kenangan masa lalu
b. Tema percintaan
c. Tema keindahan alam
d. Tema keagamaan
e. Tema karakter binatang
f. Tema imajinasi

2. Memilih bentuk komposisi
Komposisi adalah rangkaian nada – nada untuk membuat suatu symponi atau rangkaian unsur – unsur pokok dalam membuat sebuah lukisan yang baik. Dalam usaha membentuk suatu komposisi musik diperlukan beberapa proses tertentu diantaranya :
a. Menyusun nada – nada tertentu guna membentuk kalimat melodi.
b. Menyusun nada – nada serentak guna membentuk harmoni yang baik.
c. Menyusun prase – prase guna membentuk kalimat lagu.
d. Menyusun gerakan music yang sesuai dengan bentuk komposisi tertentu.

Berbagai bentuk komposisi dapat dipilih dalam usaha mengarang lagu. Keuntungan memilih salah satu bentuk komposisi akan memudahkan seseorang untuk membuat lagu atau berkarya musik. Berbagai bentuk komposisi dari bentuk binair ( A’, AA, AB ), bentuk ternair (A’, BA’, AAB’, AAB, AA’B’), dan bentuk variasi bebas.
3. Menentukan Tangga Nada
Tanggan nada berhubungan erat dengan karakter lagu yang akan dibuat. Tangga nada mayor mempunyai sifat lagu penuh keyakinan, optimis, mantap, menggembira, ceria, bangga dan menyenangkan. Sedangkan tangga nada minor mampu melukiskan karakter pesimisme, penuh keraguan, sedih, sendu, mudah terharu, kecewa, kegagalan, melankolis, dan sebagainya. Bahkan satu lagu menggunakan kedua jenis tangga nada, mayor dan minor.

4. Menentukan Ambitus Suara
Ambitus adalah kemampuan seseorang untuk menjangkau wilayah suara dari yang terendah sampai yang tertinggi. Maka untuk siapakah lagu yang akan dibuat merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Apakah untuk anak – anak, remaja, orang dewasa atau untuk umum. Setiap kelompok masyarakat memiliki kemampuan ambitus yang berbeda.
Tolak ukur ambitus suara sebenarnya bukan perbandingan umur seseoarang, namun lebih dititik beratkan pada kemampuan menjangkau tinggi nada tertentu. Ancar- ancar ambitus ideal dapatlah dipergunakan sebagai pedoman umum sehingga begitu menyulitkan penyanyi dalam membawakan sebuah lagu.

5. Menentukan Irama
Memilih dan menentukan salah satu ukuran birama sangat mempengaruhi lagu yang akan diciptakan. Irama merupakan jantung dan unsur pokok sebuah lagu yang mampu memberi corak tertentu dan warna musiknya. Di samping itu pemilihan birama juga akan mempengaruhi pemakaian tempo yang cocok dengan irama yang dipakai.

6. Menyusun Melodi atau Syair Lagu
Setiap pengarang lagu di dalam menyusun melodi atau membuat syair lagu yang pasti memiliki cara yang berbeda, namun antara melodi dan syair lagu tidak boleh berdiri sendiri – sendiri apalagi bertentangan. Kedua faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh. Melodi sendiri sebenarnya tanpa syair pun sudah merupakan suatu ngkapan pernyataan jiwa yang lengkap.

MENGARANG LAGU

Lagu adalah hasil karya musik yang berupa rangkaian nada – nada atau tanpa disertai teks, yang disusun untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Jadi lagu berwujud untaian kata dan nada. Mengarang lagu tidaklah mudah. Untuk mengarang lagu yang baik, beberapa persyaratan dasar yang akan melandasi keberhasilan seseorang.

Syarat Dasar Mengarang Lagu
1. Bakat
Bakat adalah kemampuan dasar yang dimiliki sejak lahir. Betapapun kecil bakat akan berkembang dengan baik apabila di dukung oleh pendidikan dan lingkungannya. Sebaliknya bakat seni akan pudar apabila tidak mendapat tempat, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang. Lingkungan yang kurang mendukung serta prasarana yang tidak memadai tidak akan mungkin bakat seni seseorang akan berkembang. Bagaimanapun kecilnya bakat seni seseorang ternyata akan lebih peka apabila dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai bakat.

2. Memiliki Pengetahuan Musik
Lagu adalah hasil karya musik yang berupa rangkaian nada – nada atau tanpa disertai teks, yang sengaja disusun untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Oleh karena itu seseorang yang akan membuat lagu harus memiliki beberapa pengetahuan dasar musik.
a. Pengetahuan Dasar Teori Musik
1) Pengetahuan dan nilai nada
2) Bentuk dan nilai tanda diam
3) Birama dan tanda birama
4) Tanda dinamik
5) Tanda tempo
6) Tanda ekspresi
7) Tangga nada
8) Interval ( suara antara )
b. Pengetahuan Dasar Ilmu Harmoni
Harmoni adalah keselarasan paduan bunyi. Secara teknis meliputi susunan peraduan peranan dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan sesamanya atau dengan bentuk keseluruhanya.
1) Bentuk peranan akor
2) Peranan harmoni dalam sebuah lagu
c. Pengetahuan Dasar Rythme
Rythme adalah gerak teratur mengalir karena munculnya aksen secara tetap. Keindahannya akan lebih terasa oleh adanya jalinan satuan – satuan bunyinya.
1) Fungsi Rythme dalam lagu
2) Peranan pola rythme
3) Bentuk dan macam irama
d. Peranan Dasar Melodi
Melodi adalah dari sejumlah nada yang ditanggapi berdasarkan tinggi rendah atau naik turunnya.
e. Pengetahuan Dasar Ilmu Vokal
Vokal adalah ungkapan perasaan yang dikeluarkan melalui suara manusia.
f. Pengetahuan Dasar Pola dan Bentuk Komposisi

3. Memiliki Pengetahuan Bahasa yang Baik
a. Kemampuan menentukan tema lagu
b. Kemampuan membuat kalimat yang baik
c. Kemampuan memilih kata dan mengaturnya sehingga mampu menimbulkan ujaran bahasa yang menarik.
d. Mengetahui pengetahuan tentang ungkapan, gaya, bahasa yang baik, karena lagu yang baik pada hakekatnya merupakan gabungan dari nada yang indah dan untaian kata yang puitis.

MUSIK TRADISIONAL INDONESIA

Posted: Juli 2, 2010 in SENI BUDAYA

Musik tradisional adalah musik yang timbul karena budaya masyarakat setempat yang sangat dipengaruhi oleh kultur budaya setempat dan bersifat turun -temurun .Contoh musik tradisional:

A.Musik Gamelan Jawa

Alat musik gamelan merupakan alat musik Idiophone yang terbuat dari logam atau besiGamelan adalah bentuk ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.[rujukan?]

Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog,

PERGELARAN KETHOPRAK

RATU KALINYAMAT

Opera de Senturi

Posted: Juni 25, 2010 in SENI BUDAYA

OPERA de SENTURI

Posted: Juni 8, 2010 in SENI BUDAYA
OPERA de SENTURI

ANDE-ANDE LUMUT

Untuk mengenalkan karya-karya tradisi kepada anak didik kita,dibutuhkan cara agar anak didik kita terpancing untuk mempelajarinya.Sebagai contoh : Anak -anak didik kita pada jaman sekarang mungkin tidak mengerti akan ceritra legenda tentang jaka Tarub,Ande-ande Lumut,Joko Kendil,lebih -lebih ceritra pewayangan .Anak jaman sekarang pasti tidak akan mengenalnya mereka lebih mengenal,Upin dan Ipin,Tom and Jerry dsb.Maka tugas kita para Guru seni budaya untuk membekali anak didik kita sedikit banyak pengertian tentang seni tradisi kita.Bagaimana wujud dan bentuknya terserah yang penting anak didik kita mengerti dan tahu akan seni tradisi mereka!Guru Seni Budaya SMP N I Tawangsari mencoba mengenalka bentuk seni tradisi yang di kemas dalm bentuk opera Modern.Dengan tujuan Anak akan lebih tertarik.Dan mengikuti alur ceritanya!Marilah kita cintai Budaya Asli daerah Kita!Jangan sampai kita berteriak jika seni tradisi .adat ,dan budaya kita di odopsi oleh bangsa lain!(Penget.M.SPd.Mus).